Jumat, 30 Oktober 2015

Psikologi Manejemn (Minggu ke 5)



  • Definisi Kekuasaan (Power)


          Mengacu kepada kemampuan yang dimiliki "A" untuk mempengaruhi perilaku "B" sehingga               mereka bertindak sesuai dengan keinginan "A"
  • Kekuasaan (Power/Daya) menurut beberapa ahli :

  1. R. Beirstedt, Daya merupakan kemampuan untuk menggunakan kekuatana
  2. M.F.Rogers, Daya merupakan kesanggupan untuk mempengaruhi
  3. Amitai Etzioni, Daya adalah kempampuan untuk membujuk atau mempengaruhi Perilaku 

  • Sumber sumber kekuasaan menurut French dan Raven (dalam Putong, 2015)

  1. Coercive Power (Kekuasaaan Memaksa), adalah kekuasaan berdasarkan rasa takut dengan menggunakan ancaman dan hukuman. Misalnya kekuasaan pemimpin menunda pembayaran bagi dan kenaikan pangkat
  2.  Expert Power (Kekuasaan Ahli), adalah kekuasaan berdasarkan keahlian khusus tertentu yang bernilai tinggi, atau kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya pada bidang tertentu. Misalnya kekuasaan pemimpin yang memiliki ahli ekonomi, politik, dokter dll
  3. Legitimated Power (Kekuasaan Sah), adalah kekuasaaan berdararkan kedudukan formal secara resmi dalam struktural oranisasi. misalnya kekuasaan manajer keuangan untuk melakukan investasi.
  4. Reward Power (Kekuasaan Menghargai), adalah kekuasaan berdasarkan kemampuan untuk memberikan penghargaan atau imbalan yang dipandang sebagai sesuatu yang berharga. Misalnya kekuasaan pemimpin memberikan hadiah, dll
  5. Referent Power (Kekuasaan Referensi), adalah kekuasaan berdasarkan pada kepemilikan sumber daya atau ciri kepribadian tertentu yang diinginkan dan diperlukan oleh individu atau kelompok lain. Misalnya pemimpin memiliki daya tarik kepribadian jujur, disiplin, bertanggung jawab, dll

Kesimpulan 
Jadi kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku atau suatu organisasi untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Ada lima sumber kekuatan suber kekuatan yang meanrik disini menurut saya sih Coercive Power atau kekuasaan memaksa, bukan hanya di perkantoran kita nemuin penguasa kayak gitu. Preman pasar juga bisa tuh masuk kedalam coercive power.

Daftar Pustaka 
Iskandar, Soekarso putong. 2015. Kepemimpinan. (gak ada siapa penerbitnya pak soalnya saya ambil dari ebook)
https://books.google.co.id/books?id=g6hxBgAAQBAJ&pg=PA26&dq=pengertian+wewenang&hl=id&sa=X&ved=0CCsQ6AEwBGoVChMI9_agponbyAIVh46OCh1B0Apx#v=onepage&q=pengertian%20kekuasaan%20&f=false
Robbins, S.P and Timothy A.J. (2008). Perilaku organisasi. Jakarta: Salemba Empat (e-book juga)
https://books.google.co.id/books?id=RD8tcRrWBhYC&pg=PA130&dq=definisi+kekuasaan&hl=id&sa=X&ved=0CBkQ6AEwAGoVChMIv_jI_pDqyAIVA7CUCh1YOAPY#v=onepage&q=definisi%20kekuasaan&f=false



Sabtu, 24 Oktober 2015

Psikologi Manajemen (minggu ke-4)

Flashback dulu yu sama post-an minggu lalu, minggu lalu itu Definisi dari pengaruh,,, hayooo masih inget gak ya saya? hmmm mungkin garis besar menurut saya saja ya, Pengaruh yaa pengaruh mungkin suatu tindakan yang egois memaksakan kehendak kita kepada seseorang untuk mengikuti apa yang kita inginkan. etsss pasti ada yang positive nya ko dari setiap tindakan (menurut gw) hahah apa positivnya? saya juga bingung so pikirin sendiri aja yaa.... tapi ada caranya loh kita mempengaruhi orang lain tapi disini mempengarhi dalam hal persuasi loh mau tau cek it now!! :D


  • Bagaimana Mempengaruhi orang lain?


Menurut Burgon & Huffner (2002), terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar komunikasi persuasi menjadi lebih efektif. Maksudnya lebih efektif yaitu agar lebih berkesan dalam mempengaruhi orang lain. Beberapa pendekatan itu antaranya;

1.   Pendekatan berdasarkan bukti, yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebaga bukti argumentatif agar berkesan lebih kuat terhadap ajakan.

2.   Pendekatan berdasarkan ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience atau komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah maka pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk mencegah DBD.

3.   Pendekatan berdasarkan humor, yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi yang positif. Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang comedian atau menggunakan humor yang melekat di hati masyarakat.

4.   Pendekatan berdasarkan diksi, yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat (memorable) oleh audience/ komunikate dengan tujuan membuat efek emosi positif atau negative. Misalnya, iklan rokok dengan diksi “nggak ada loe nggak rame…”.
Namun keempat pendekatan tersebut dapat dikombinasikan sesuai dengan tujuan persuasi dari komunikator.


  • Definisi Wewenang (authority) dalam manajemen


Wewenang merupakan dasar hukum untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat di laksanakan dengan baik. Pengertiannya wewenang adalah hak atau otoritas untuk bertindaka melakukan suatu kegiatan tertentu kearah pencapaian tujuan. 


  • Kesimpulan:

Jadi ada empat cara untuk mempengaruhi orang lain dalam hal persuasi menurut Burgon & Huffner, di poin pertama Burgon & Huffner perpendapat pendekatan dengan bukti, tetapi banyak juga kok yang para sales atau SPG yang tidak melakukan hal tersebut. tetapi menurut saya hal yang ppenting dalam pendekatan persuasi itu adalah kerahaman, dan penjelasan produk yang mampu menarik minat konsumen, paras yang cantik atau tampan bisa dijadikan nilai PLUS tetapi jika tidak ada keramahan dan kejelasan tentang produk itu sendiri mana mau konsumen membelinya. menurut saya dalam hal persuasu yang pertama kali harus dilakukakan adalah mengambil hati konsumen dengan cara memuji dll, kedua mengambil kepercayaan konsumen ini tidak mudah tetapi jika sudah bisa mengambil hati konsumen saya yakin mengambil kepercayaan konsumen tidak sulit, dan yang ke tiga menawarkan produk dengan menjelaskan kelebihan yang terdapat pada produk itu. 

Wewenang, semua orang memiliki wewenag dalam kehidupan mereka masing-masing mengambil tindakan yang mereka pikir baik untuk mereka dan mempertanggung jawabkan apa yang mereka ambil. tetapi jika kita berada didalam suatu organisasi kita pasti memliki ketua untuk memberikan kita ultimatum (hahah) atau memberikan peritah kepada anak buahnya untuk melakukan apa yang dikira benar. Apa boleh anak buah menentang atau memberi masukan tentang perintah yang diberikan? menurut saya Sah-sah saja asalkan mereka memang mengetahui apa yang mereka tentang. Tetapi bagaimana jika ketua itu tidak mengindahkan pendapat anak buahnya itu? hmmm saya jawab minggu depan saja ya ;) ;) 

Sarwono, Sarlito Wirawan. 2005. Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. Jakarta: Balai Pustaka
Iskandar, Soekarso putong. 2015. Kepemimpinan. (gak ada siapa penerbitnya pak soalnya saya ambil dari ebook)
 https://books.google.co.id/books?id=g6hxBgAAQBAJ&pg=PA26&dq=pengertian+wewenang&hl=id&sa=X&ved=0CCsQ6AEwBGoVChMI9_agponbyAIVh46OCh1B0Apx

Jumat, 16 Oktober 2015

Psikologi manajemen (minggu ke-3)

@Definisi Pengaruh menurut para ahli

1.Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.

2.Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.

3.Albert R. Roberts & Gilbert
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

4.Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya.

5.Jon Miller
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia.

6.  Ertram  Johannes  Otto  Schrieke
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya

@Kunci-kunci Perubahan Perilaku

Kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak.
Menurut Fisher & Gochros Karakteristik perubahan perilaku 
a. Fokus kepada perilaku (prosedur perubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan             merubah karakter atau sifat seseorang)
b. Prosedurnya didasarkan kepada prinsip-prinsip behavioral. Perubahan perilaku adalah penerapan         prinsip-prinsip dasar yang awalnya berasal dari penelitian eksperimental dengan binatang                     dilaboratorium (Skiner, 1938).
c. Penekanannya kepada peristiwa-peristiwa didalam lingkungan. Perubahan perilaku meliputi                 asesmen dan perubahan peristiwa-peristiwa lingkungan yang mempunyai hubungan fungsional           dengan perilaku
d. Treatment dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Perubahan perilaku     akan lebih efektif  apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu           yang perilakunya menjadi target perubahan seperti guru, orangtua atau orang lain yang dilatih             tentang perubahan perilaku
e. Pengukuran perubahan perilaku. Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan     untuk melihat perubahan perilaku. Asesmen terus dilakukan setelah intervensi untuk melihat               apakah perubahan perilaku yang sudah terjadi dapat terjaga.
f.  Mengabaikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai penyebab perilaku. Penekanan perubahan             perilaku kepada peristiwa-peristiwa lingkungan saat ini yang menjadi penyebab perilaku sebagai 
    dasar pemilihan intervensi perubahan perilaku yang tepat.
g. Menolak hipotetis yang mendasari penyebab perilaku. Skiner (1974) menjelaskan bahwa dugaan         terhadap penyebab yang mendasari perilaku tidak pernah dapat diukur atau dimanipulasi untuk           menunjukkan hubungan fungsional perilaku.





Daftar Pustaka :
Heru Basuki, A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma
Munandar, Ashar Sunyoto. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).1.Wiryanto

Jumat, 02 Oktober 2015

Psikologi Manajemen (Minggu ke-2)

Definisi Komunikasi 



Komunikasi berakar kata Latin, ”comunicare”, artinya "to make common" – membuat kesamaan pengertian, kesamaan persepsi. Akar kata Latin lainnya “communis” atau “communicatus” atau “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”, kesamaan makna (commonness). Ada juga akar kata Latin ”communico” yang artinya membagi. Maksudnya membagi gagasan, ide, atau pikiran.
 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) mengartikan komunikasi sebagai ”pengiriman dan pemerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami”.
The Oxford English Dictionary mengartikan komunikasi sebagai “The imparting, conveying, or exchange of ideas, knowledge, information, etc. “ (Pemberian, penyampaian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dsb.)

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli:

1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.


2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. 


3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. 


4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat.


5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) 


6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya.


7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.


Dimensi-dimensi Komunikasi 

Ada dua dimensi komunikasi. Pertama Komunikasi Punya Dimensi Isi dan yang kedua Dimensi Hubungan. Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.

Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya, hanya bukan bergantung pada isinya, namun juga pada siapa, penulisnya, tata letak (lay out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan, dan sebagainya.


Analisa:
komunikasi merupakan cara untuk menerima dan mengirim pesan kepada orang lain untuk berbagi informasi dan ide satu sama lain baik secara verbal (dimensi isi) maupun non verbal (dimensi hubungan)

Daftar pustaka:
pengantar Ilmu komunikasi, 1998, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.
Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma
Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga

Kamis, 01 Oktober 2015

Psikologi Manajemen (Minggu ke-1)

Pengertian Psikologi Manajemen 

Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur, menurut James A.F. Stoner.  Manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan,  pengorganisasian, kepimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
• Perencanaan (Planning)
• Pengorganisasian (Organizing),
• Pengarahan (Actuating/Directing), dan
• Pengawasan (Controlling)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu. 

Zaman dahulu Manajemen dan Psikologi adalah dua bidang yang berbeda, sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Sumber Daya Uang), SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu manajemen pun beriksar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja ini.

Dengan ditemukan dan dikembangkan ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting, karena ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi atau mengolah berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.


Analisa:
Manajemen merupakan proses pengaturan yang menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Berhubungan dengan Psikologi yang telah kita ketahui diatas, dengan terus berkembangnya ilmu psikologi. manajamen dan psikologi berjalan searah karena ilmu psikologi mempelajari tentang sikap kerja, keterampilan dll untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 


Pengertian Organisasi 

Pengertian Organisasi - Istilah organisasi berasal dari bahasa yunani, yaitu "Organon" atau dalam bahasa Latin "Organum" yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian bagian orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama.

Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang diatur untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Jadi inti organisasi adalah interaksi antar orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sesuatu tujuan yang sama.

Analisa :
jadi organisasi adalah sebuah wadah untuk berkumpul, berkerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. 

Daftar Pustaka:
1. Usman, Husnaini, Manajemen Teori, Praktik, & Riset Pendidikan, Bumi Aksara,      Jakarta, 2008.
2. Fathoni, Abdurrahmat, Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Rineka        Cipta, Bandung,             2006.
3. Handoko, T. Hani, Manajemen, BPFE, Yogyakarta, 1999.
4. Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Bumi Aksara;    Jakarta, 2007.

Selasa, 19 Mei 2015

TUGAS KESEHATAN MENTAL 3

HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN SOSIAL SUPPORT
(tugas kesehatan mental 3)




Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial (pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiusitas, tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah, baik ringan maupun berat. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari Social Support dari orang-orang di sekitarnya, sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan di cintai.

Seperti yang sudah diketahui Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Oleh karena itu kesehatan mental adalah hal yang sangat mahal dan mewah karena kesehatan mental tersebut lebih berharga dari apapun atau uang sekalipun. Kesehatan mental sendiri jika dikaitkan dengan social support sebagai berikut.

Social Support sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia, dengan adanya social support, seseorang dapat memenuhi kebutuhan individu sehingga tidak merasa sendirian, ada orang lain yang terus mendukung seluruh usaha dan kerja kerasnya. Social support juga berkaitan dengan suatu kelompok, suatu individu akan mencari kelompok yang merasa koheren dengannya, dengan begitu individu tersebut merasa diterima oleh masyarakat.
Adapun kesehatan mental yang jika dikaitkan dengan social support, yaitu dengan melihat tingkat stress seseorang. Seseorang yang rentan mengalami stress, dan depresi berarti bisa dibilang social supportnya rendah. Akan tetapi ada bukti melalui sebuah penelitian individu yang memiliki teman-teman yang akrab sangat kurang mengalami depresi jika mereka sedang stress. Namun perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya banyaknya teman yang dimiliki individu yang akan mempengaruhi kemungkinan depresi, tetapi yang terpenting adalah kualitas dari hubungan tersebut.
Bisa disimpulkan individu yang memiliki social support yang tinggi akan terjaga kesehatan mentalnya karena mereka lebih percaya diri, dan tidak rentan mengalami stress dan depresi. Individu tersebut akan lebih mudah mengekspresikan dirinya, dengan lingkungannya. Biasanya juga individu tersebut akan memiliki tingkat kognitif yang tinggi sehingga bisa berfikir dengan bagus secara kognitif atau abstrak. Bukan hanya itu jika kesehatan mental individu itu terjaga, maka individu tersebut pasti lebih mudah dalam mengatur seluruh emosinya dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, Sarlito, W. Meinarno, Eko,A. (2009). Psikologi Sosial.
Jakarta: Salemba Humanika

Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan mental 2.Yogyakarta: Kanisius

TUGAS KESEHATAN MENTAL 2

FENOMENA DEPRESI
(tugas kesehatan mental ke 2)




KASUS


RNA (15), seorang siswi SMP juga nekad gantung diri di rumahnya dikarenakan kecewa berat sama sang pacar. 

Analisis kasus :

  Seperti yang kita ketahui masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Kehidupan yang penuh stres pada saat ini seperti dapat menyebabkan remaja mengalami depresi. Perlu diketahui bahwa remaja pun bisa kena depresi dan kalau tidak diatasi, episode depresi dapat berlanjut hingga remaja tersebut dewasa. Tetapi yang paling membahayakan dari depresi adalah munculnya ide bunuh diri atau melakukan usaha bunuh diri. Hinton (1989) mengatakan bahwa meskipun depresi yang diderita tidak parah namun risiko untuk bunuh diri tetap ada.

Dari contoh kasus diatas dan penjelasan singkat diatas kita dapat mengetahui bahwa remajapun sangat rentan mengalami perasaan deprsei. Hal ini bisa terjadi karena faktor lingkungan yang kurang baik untuk pertumbuhan remaja, pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tua, beban pelajaran yang semakin meningkat, teman-teman sebaya, kedekatan dengan orang tua mereka dll.

Kasus Rna nekad gantung diri karena perasaan kecewanya kepada sang kekasih. Meskipun tidak begitu jelas dibalik alasan RNA kecewa kepada kekasihnya, banyak kemungkinan mengapa RNA merasa kecewa kepada pacarnya. mungkin bisa dikarenakan hormon remaja RNA yang masih labil sehingga saat RNA mendapatkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Rna tidak mencerna informasinya terlebih dahulu dan langsung mempercayai informasi tersebut, keadaan lingkungan yang kurang kondusif, dan pengawasan orang tua yang kurang.

Hal ini tidak akan menjadi sangat serius jika RNA dapat menceritakan masalah yang dialaminya kepada orang tua atau seseorang yang lebih matang pemikirannya dibandingkan RNA, Sehingga beban yang dimiliki RNA bisa lebih berkurang.  

TEORI
  • Pengertian depresi, Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat, merasa bersalah, lambat dalam berpikir, menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas, dll
  • peyebab kesehatan mental pada remaja :
1.Faktor biologis, seperti: genetika, ketidak seimbangan kimiawi      dalam tubuh menderita penyakit kronis, dan kerusakan system          syaraf pusat.
2.Faktor psikologis, misalnya: frustasi, konflik, terlalu              pesimis, kurang mendapat atau bahkan tidak mendapat kasih            sayang, dan kurang mendapat pengakuan dari kelompok.
3.Faktor lingkungan, seperti: merebaknya film-film porno, film        bertema kejahatan dan pornoaksi, mudahnya mendapatkan minuman        keras, obat-obatan terlarang, mudahnya mendapatkan alat              kontrasepsi yang tidak terkontrol, majalah porno, kehidupan          hedonistik, materialistik, merebaknya premanisme, kurang            kontrol sosial, salah berteman, dan sebagainya.
  • Gangguan Perilaku,yaitu :
1. Mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang
2. Suka mengganggu hak-hak orang lain atau melanggar hukum
3. Melakukan perbuatan yang dapat mengancam kehidupannya sendiri
4. Secara kontiniu melakukan diet atau memiliki obsesi untuk           memiliki tubuh yang langsing.
5. Menghindar dari persahabatan atau senang hidup sendiri.
  • Gejala umum yang dialami saat depresi:
1. Merasa bersalah, tidak berguna, membenci diri sendiri
2. Putus asa dan ataupesimis
3. Kelelahan, energi menurun, kepayahan sepanjang hari
4. Sulit untuk berkonsentrasi, mengingat detail dan mengambil
   keputusan.
5. Insomnia, terbangun dini hari, atau berlebihan tidur
6. Makan berlebihan, atau kehilangan nafsu makan
7. Kehilangan minat pada aktifitas yang biasanya digemari
8. Perasaan sedih yang persisten, murung, dan/atau merasa
   'kosong'
9. Tampak tidak semangan menjalani hidup
10.Pernah berpikir dan atau ingin bunuh diri
  • Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi depresi pada remaja, yaitu:
1. membantu remaja yang sedang bermasalah untuk memperbaiki            distorsi kognitif dalam memandang diri dan masa depan sehingga      akan memunculkan suatu kekuatan dari dalam dirinya bahwa            dirinya mampu untuk mengatasi masalah tersebut
2. membantu remaja memahami, mengidentifikasi perasaan, mening-        tkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan untuk                berinteraksi dengan orang lain dan mengatasi konflik yang            sedang dialami.

Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piage tmerupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan.


Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, yaitu operasional konkrit, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi.

DAFTAR PUSTAKA
Richard P.Halgin & Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal. Jakarta: Salemba Humanika.
Gerald C.Davison dkk. 2010. Psikologi Abnormal. Jakarta : Rajawali pers
Bimo Walgito. 1989. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Penerbir Andi
http://www.kawankumagz.com/read/kasus-depresi-berujung-bunuh-diri-tahun-20141