Kamis, 01 Oktober 2015

Psikologi Manajemen (Minggu ke-1)

Pengertian Psikologi Manajemen 

Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur, menurut James A.F. Stoner.  Manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan,  pengorganisasian, kepimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
• Perencanaan (Planning)
• Pengorganisasian (Organizing),
• Pengarahan (Actuating/Directing), dan
• Pengawasan (Controlling)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu. 

Zaman dahulu Manajemen dan Psikologi adalah dua bidang yang berbeda, sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Sumber Daya Uang), SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu manajemen pun beriksar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja ini.

Dengan ditemukan dan dikembangkan ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting, karena ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi atau mengolah berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.


Analisa:
Manajemen merupakan proses pengaturan yang menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Berhubungan dengan Psikologi yang telah kita ketahui diatas, dengan terus berkembangnya ilmu psikologi. manajamen dan psikologi berjalan searah karena ilmu psikologi mempelajari tentang sikap kerja, keterampilan dll untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 


Pengertian Organisasi 

Pengertian Organisasi - Istilah organisasi berasal dari bahasa yunani, yaitu "Organon" atau dalam bahasa Latin "Organum" yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian bagian orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama.

Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang diatur untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Jadi inti organisasi adalah interaksi antar orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sesuatu tujuan yang sama.

Analisa :
jadi organisasi adalah sebuah wadah untuk berkumpul, berkerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. 

Daftar Pustaka:
1. Usman, Husnaini, Manajemen Teori, Praktik, & Riset Pendidikan, Bumi Aksara,      Jakarta, 2008.
2. Fathoni, Abdurrahmat, Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Rineka        Cipta, Bandung,             2006.
3. Handoko, T. Hani, Manajemen, BPFE, Yogyakarta, 1999.
4. Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Bumi Aksara;    Jakarta, 2007.

Selasa, 19 Mei 2015

TUGAS KESEHATAN MENTAL 3

HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN SOSIAL SUPPORT
(tugas kesehatan mental 3)




Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial (pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiusitas, tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah, baik ringan maupun berat. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari Social Support dari orang-orang di sekitarnya, sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan di cintai.

Seperti yang sudah diketahui Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Oleh karena itu kesehatan mental adalah hal yang sangat mahal dan mewah karena kesehatan mental tersebut lebih berharga dari apapun atau uang sekalipun. Kesehatan mental sendiri jika dikaitkan dengan social support sebagai berikut.

Social Support sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia, dengan adanya social support, seseorang dapat memenuhi kebutuhan individu sehingga tidak merasa sendirian, ada orang lain yang terus mendukung seluruh usaha dan kerja kerasnya. Social support juga berkaitan dengan suatu kelompok, suatu individu akan mencari kelompok yang merasa koheren dengannya, dengan begitu individu tersebut merasa diterima oleh masyarakat.
Adapun kesehatan mental yang jika dikaitkan dengan social support, yaitu dengan melihat tingkat stress seseorang. Seseorang yang rentan mengalami stress, dan depresi berarti bisa dibilang social supportnya rendah. Akan tetapi ada bukti melalui sebuah penelitian individu yang memiliki teman-teman yang akrab sangat kurang mengalami depresi jika mereka sedang stress. Namun perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya banyaknya teman yang dimiliki individu yang akan mempengaruhi kemungkinan depresi, tetapi yang terpenting adalah kualitas dari hubungan tersebut.
Bisa disimpulkan individu yang memiliki social support yang tinggi akan terjaga kesehatan mentalnya karena mereka lebih percaya diri, dan tidak rentan mengalami stress dan depresi. Individu tersebut akan lebih mudah mengekspresikan dirinya, dengan lingkungannya. Biasanya juga individu tersebut akan memiliki tingkat kognitif yang tinggi sehingga bisa berfikir dengan bagus secara kognitif atau abstrak. Bukan hanya itu jika kesehatan mental individu itu terjaga, maka individu tersebut pasti lebih mudah dalam mengatur seluruh emosinya dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, Sarlito, W. Meinarno, Eko,A. (2009). Psikologi Sosial.
Jakarta: Salemba Humanika

Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan mental 2.Yogyakarta: Kanisius

TUGAS KESEHATAN MENTAL 2

FENOMENA DEPRESI
(tugas kesehatan mental ke 2)




KASUS


RNA (15), seorang siswi SMP juga nekad gantung diri di rumahnya dikarenakan kecewa berat sama sang pacar. 

Analisis kasus :

  Seperti yang kita ketahui masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Kehidupan yang penuh stres pada saat ini seperti dapat menyebabkan remaja mengalami depresi. Perlu diketahui bahwa remaja pun bisa kena depresi dan kalau tidak diatasi, episode depresi dapat berlanjut hingga remaja tersebut dewasa. Tetapi yang paling membahayakan dari depresi adalah munculnya ide bunuh diri atau melakukan usaha bunuh diri. Hinton (1989) mengatakan bahwa meskipun depresi yang diderita tidak parah namun risiko untuk bunuh diri tetap ada.

Dari contoh kasus diatas dan penjelasan singkat diatas kita dapat mengetahui bahwa remajapun sangat rentan mengalami perasaan deprsei. Hal ini bisa terjadi karena faktor lingkungan yang kurang baik untuk pertumbuhan remaja, pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tua, beban pelajaran yang semakin meningkat, teman-teman sebaya, kedekatan dengan orang tua mereka dll.

Kasus Rna nekad gantung diri karena perasaan kecewanya kepada sang kekasih. Meskipun tidak begitu jelas dibalik alasan RNA kecewa kepada kekasihnya, banyak kemungkinan mengapa RNA merasa kecewa kepada pacarnya. mungkin bisa dikarenakan hormon remaja RNA yang masih labil sehingga saat RNA mendapatkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Rna tidak mencerna informasinya terlebih dahulu dan langsung mempercayai informasi tersebut, keadaan lingkungan yang kurang kondusif, dan pengawasan orang tua yang kurang.

Hal ini tidak akan menjadi sangat serius jika RNA dapat menceritakan masalah yang dialaminya kepada orang tua atau seseorang yang lebih matang pemikirannya dibandingkan RNA, Sehingga beban yang dimiliki RNA bisa lebih berkurang.  

TEORI
  • Pengertian depresi, Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat, merasa bersalah, lambat dalam berpikir, menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas, dll
  • peyebab kesehatan mental pada remaja :
1.Faktor biologis, seperti: genetika, ketidak seimbangan kimiawi      dalam tubuh menderita penyakit kronis, dan kerusakan system          syaraf pusat.
2.Faktor psikologis, misalnya: frustasi, konflik, terlalu              pesimis, kurang mendapat atau bahkan tidak mendapat kasih            sayang, dan kurang mendapat pengakuan dari kelompok.
3.Faktor lingkungan, seperti: merebaknya film-film porno, film        bertema kejahatan dan pornoaksi, mudahnya mendapatkan minuman        keras, obat-obatan terlarang, mudahnya mendapatkan alat              kontrasepsi yang tidak terkontrol, majalah porno, kehidupan          hedonistik, materialistik, merebaknya premanisme, kurang            kontrol sosial, salah berteman, dan sebagainya.
  • Gangguan Perilaku,yaitu :
1. Mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang
2. Suka mengganggu hak-hak orang lain atau melanggar hukum
3. Melakukan perbuatan yang dapat mengancam kehidupannya sendiri
4. Secara kontiniu melakukan diet atau memiliki obsesi untuk           memiliki tubuh yang langsing.
5. Menghindar dari persahabatan atau senang hidup sendiri.
  • Gejala umum yang dialami saat depresi:
1. Merasa bersalah, tidak berguna, membenci diri sendiri
2. Putus asa dan ataupesimis
3. Kelelahan, energi menurun, kepayahan sepanjang hari
4. Sulit untuk berkonsentrasi, mengingat detail dan mengambil
   keputusan.
5. Insomnia, terbangun dini hari, atau berlebihan tidur
6. Makan berlebihan, atau kehilangan nafsu makan
7. Kehilangan minat pada aktifitas yang biasanya digemari
8. Perasaan sedih yang persisten, murung, dan/atau merasa
   'kosong'
9. Tampak tidak semangan menjalani hidup
10.Pernah berpikir dan atau ingin bunuh diri
  • Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi depresi pada remaja, yaitu:
1. membantu remaja yang sedang bermasalah untuk memperbaiki            distorsi kognitif dalam memandang diri dan masa depan sehingga      akan memunculkan suatu kekuatan dari dalam dirinya bahwa            dirinya mampu untuk mengatasi masalah tersebut
2. membantu remaja memahami, mengidentifikasi perasaan, mening-        tkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan untuk                berinteraksi dengan orang lain dan mengatasi konflik yang            sedang dialami.

Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piage tmerupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan.


Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, yaitu operasional konkrit, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi.

DAFTAR PUSTAKA
Richard P.Halgin & Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal. Jakarta: Salemba Humanika.
Gerald C.Davison dkk. 2010. Psikologi Abnormal. Jakarta : Rajawali pers
Bimo Walgito. 1989. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Penerbir Andi
http://www.kawankumagz.com/read/kasus-depresi-berujung-bunuh-diri-tahun-20141 

Selasa, 24 Maret 2015

Tugas Kesehatan Mental 1

1.SEJARAH KESEHATAN MENTAL

Secara umum secara historis kesehatan mental  terbagi dalam 2 periode yaitu periode yaitu periode pra ilmiah dan periode ilmiah (Langgulung, 1986: 23)


1.Periode Pra-Ilmiah


     Sejak zaman dulu sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitive animeisme, ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa.Orang primitif percaya bahwa angin bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-benda tersebut.Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya.Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan korban.


      Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467).Hipocrates menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu.Dia menyatakan, “ Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan memicu bau yang amis, akan tetapi anda tidak akan melihat roh, dewa atau hantu yang melukai badan anda.”.Ide naturalistic ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam pembedahan hewan.


      Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi dikalangan orang-orang Kristen.Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan social untuk memecahkan problem penyakit mental.Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris.Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniac) dirantai, diikat di tembok dan di tempat tidur.Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit.Akhirnya di antara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak menunjukkan lagi kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri.


2.Era Ilmiah (Modern)


      Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era pengobatan gangguan mental yaitu dari animism (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783.Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staff medis di rumah sakit Penisylvania.Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunaties (orang-orang gila atau sakit ingatan).Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut, dan kurang mengetahui bagaimana menyembuhkannya.Rush melakukan usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.


      Perkembangan psikologi abnormal dan psikiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya mental hygiene yang berkembang menjadi suatu body of knowledge berikut gerakan yang teroganisir.Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, dalam hal ini terutama dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers.Kedua orang ini banyak mendidikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertologan bagi orang-orang miskin dan lemah.


      Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul.Selama decade 1900-1909 beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan, seperti American Social Hygiene Association  (ASHA), dan American Federation for Sex Hygiene.Perkembangan gerakan-gerakan di bidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers (1876-1943).Bahkan karena jasa-jasanya itulah ia dinobatkan sebagai “The Founder of The Mental Hygiene Movement”.


     Beers meyakini bahwa penyakit atau gangguan mental dapat dicegah atau disembuhkan.Selanjutnya dia merancang suatu program yang bersifat nasional tujuan (Langgulung, 1986: 23).Program Beers ini ternyata mendapat respon positif dari para ahli, seperti William James dan seorang psikiatris ternama, yaitu Adolf Mayer.

Setelah Perang Dunia I usai, gerakan kesehatan mental semakin berkembang dan cakupan garapannya meliputi berbagai bidang kegiatan, seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, pengobatan umum, industry, kriminologi dan kerja social.Secara hukum, gerakan kesehatan mendal ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika Presiden Amerika Serikat menandatangani “The National Mental Health Act”.

      Pada tahun 1950 organisasi kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya, yaitu National Committee for Mental Hygiene, National Mental Health Foundation, dan Psychiatric Foundation,Gerakan kesehatan mental ini terus berkembang, sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental.Dibelahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui World Federation for Mental Health dan World Health Organization.


2.Konsep Sehat


      Sehat dan sakit adalah keadaan biopsikososial yang menyatu dengan kehidupan manusia. Pengenalan manusia terhadap kedua konsep ini kemungkinan bersamaan dengan pengenalannya terhadap kondisi dirinya. Keadaan sehat dan sakit tersebut terus terjadi, dan manusia akan memerankan sebagai orang yang sehat atau sakit.Konsep sehat dan sakit merupakan bahasa kita sehari-hari, terjadi sepanjang sejarah manusia, dan dikenal di semua kebudayaan. Meskipun demikian untuk menentukan batasan-batasan secara eksak tidaklah mudah. Kesamaan atau kesepakatan pemahaman tentang sehat dan sakit secara universal adalah sangat sulit dicapai.



     Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, orang tidak memiliki keluhankeluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang “gemuk” adalah otrang yang sehat, dan sebagainya. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat.


      Sebagai satu acuan untuk memahami konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurnan baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.


      Pengertian sehat yang dikemukan oleh WHO ini merupakan suatau keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan sosial. Kalau demikian adanya, apakah ada seseorang yang berada dalam kondisi sempurna secara biopsikososial? Untuk mendpat orang yang berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna itu sulit sekali, namun yang mendekati pada kondisi ideal tersebut ada.


    Dalam kaitan dengan konsepsi WHO tersebut, maka dalam perkembangan kepribadian seseorang itu mempunyai 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya.Keempat dimensi holistik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


a.Agama/spiritual, yang merupakan fitrah manusia. Ini merupakan fitrah manusia yang menjadi kebutuhan dasar manusia (basic spiritual needs), mengandung nilai-nilai moral, etika dan hukum. Atau dengan kata lain seseorang yang taat pada hukum, berarti ia bermoral dan beretika, seseorang yang bermoral dan beretika berarti ia beragama (no religion without moral, no moral without law).


b.Organo-biologik, mengandung arti fisik (tubuh/jasmani) termasuk susunan syaraf pusat (otak), yang perkembangannya memerlukan makanan yang bergizi, bebas dari penyakit, yang kejadiannya sejak dari pembuahan, bayi dalam kandungan, kemudian lahir sebagai bayi, dan setrusnya melalui tahapan anak (balita), remaja, dewasa dan usia lanjut .


c.Psiko-edukatif, adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua (ayah dan ibu) termasuk pendidikan agama. Orang tua merupakan tokoh imitasi dan identifikasi anak terhadap orang tuanya. Perkembangan kepribadian anak melalui dimensi psiko-edukatif ini berhenti hingga usia 18 tahun.



a.Agama/spiritual, yang merupakan fitrah manusia. Ini merupakan fitrah manusia yang menjadi kebutuhan dasar manusia (basic spiritual needs), mengandung nilai-nilai moral, etika dan hukum. Atau dengan kata lain seseorang yang taat pada hukum, berarti ia bermoral dan beretika, seseorang yang bermoral dan beretika berarti ia beragama (no religion without moral, no moral without law).


d.Sosial-budaya, selain dimensi psiko-edukatif di atas kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh kultur budaya dari lingkungan sosial yang bersangkutan dibesarkan.


3.Perbedaan Kesehatan Barat Konsep Barat dan Timur



      Menurut Eisenberg (Helman, 1990). Yang dimaksud dengan model adalah cara dapat merekonstruksi realita, memberikan makna kepada fenomena- fenomena alam yang pada dasarnya bersifat chaos. Sekali model telah di tetapkan, model tersebut akan bertindak melakukan verifikasi terhadap model itu sendiri dengan cara mengeluarkan atau mengabaikan fenomena yang berada di luar sudut pandang pengguna model tersebut.


      Model sangat berguna dalam memahami suatu realita, tapi karena sifatnya yang cenderung melakukan simplikasi terhadap realita yang sebenarnya kompleks, maka dimungkinkan adanya bermacam – macam model untuk memahami realita yang sama.


      Kemudian pada bidang kesehatan terdapat dua model utama dalam memahami kesehatan, yaitu model barat dan model timur. Kedua model tersebut memang dipengaruhi oleh budaya barat dan budaya timur yang jelas pada dasarnya memiliki perbedaan besar. Namun didalam model – model tersebut tersenndiri terdapat variasi yang dapat disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara kedua model tersebut.


      Model kesehatan barat dapat dibedakan menjadi bebeapa macam, yaitu model biomedis atau juga sering disebut sebagai model medis (joesoef, 1990; freund, 1991; helman, 1990; tamm, 1993). Model psikiatris(helman, 1990) dan model psikosomatis (tamm, 1993)’ model kesehatan timur umumnya disebut model kesehatan holistic(joesoef, 1990) yang menekankan pada keseimbangan (helman, 1990).Model biomedis berakar jauh pada pengobatan tradisional yang berada di yunani.Pengobatan ini dipengaruhi oleh filosofi yunani, terutama dari pemikiran plato dan aristoteles yang bersifat abstrak dan sistematis serta dijalankan dengan rasional dan logis.konsepsi mengenai dunia pada dasarnya bersifat dualistik sehingga manusia dapat dibedakan menjadi fisiologis(fisik) dan psikologi(jiwa). Cara pandang yang sedemikian ini memengaruhi dunia barat sampai beberapa abad kemudian. Yang dapat ditemui kembali jejaknya pada Descartes.


      Perkembangan ilmu biologi yang pesat, lebih – lebih degan diketemukannya virus dan bakteri sebagai sumber terjadinya penyakit. Menyebabkan model biomedis ini berkembang dengan sangat pesat dan memengaruhi konsep manusia mengenai kesehatan dibarat. Sejak itu penyakit dan kesehatan semata – mata dihubungkan dengan kebutuhan fisiolois saja.berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan tubuh tetap sehat.


Model biomedis (freund 1991) memiliki 5 asumsi :


1.Asumsi yang pertama adalah bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakikni beada pada suatu bagian tubuh tertentu.


2.Asumsi kedua adalah penyakit dapat di reduksi pada gangguan fungsi tubuh, entah secara biokimia atau neurofisiologis(physical reductionism).

  
3.Asumsi ketiga adalah keyakinan bahwa setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang secara potensial dapat diidentifikasi(specific etiology)

4.Asumsi keempat adalah melihat tubuh sebagai suatu mesin (sama dengan keterangan sebelumnya )


5.Asumsi kelima adalah mempunyai konsep bahwa tubuh adalah obyek yang perlu diatur dan dikontrol.dan adapun asumsi ini merupakan kelanjutan dari asumsi bahwa tubuh adalah suatu mesin yang perlu mendapatkan pemeliharaan.


     Model Psikiatris (Helman, 1990), sebenarnya masih berkaitan dengan modl biomedis. Model ini pada dasarnya masih mendasari diri pada pencarian bukti – bukti fisik dari suatu penyakit dan penggunaan treatmen fisik(obat – obatan atau pembedahan) untuk mengoreksi abnormalitas. Naun model ini menunjukan dengan jelas adanya modl – model yang saling bertentangan yang digunakan oleh psikiater yang berbeda untuk menjelaskan gangguan psikosis. Model – model tersebut meliputi : model organic yang menekankan pada perubahan fisik dan biokimia di otak; model psikodinamik yang berkonsentrasi pada factor –faktor pekembangan dan pengalaman; model behavioral yang menyatakan bahwa psikosis terjadi karena banyak kemungkinan lingkungan; dan model social yang menekankan gangguan dalam rangka performanya.


      Model Psikosomatis (Tamm, 1993), merupakan model yang muncul kemudian karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis. Model ini dikembangkan oleh Helen flanders dunbar sekitar tahun 1930an.model ini muncul setelah jurang anta aspek – aspek biologis dan psikologis terjembatani oleh karya Sigmund freud (ketidaksadaran0, ivan Pavlov (respon terkondisi, dan WB cannon (reaksi serang dan kabur). Gerakan psikosomatik ini dimulai di jerman dan Austria pada tahun 1920an,menyebar kebanyak Negara di eropa, kemudian dengan adanya migrasi ke amerika (seperti frans Alexander) minat terhadap gangguan psikosomatik ini pun turut terbawa kesana.


      Model psikosomatik ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit somatic yang tanpa disebabkan oleh ateszenden emosional dan atau social. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom – simtom somatic.Menurut model psikosomatik ini, penyakit berkembang melalui saling terkait secara berkesinambungan antara factor fisik dan mental yang saling memperkuat satu sama lain melalui jaringan yang kompleks. Penyembuhan penyakit diasumsikan terjadi melalui cara yang sama juga.




Sumber Pustaka :


Kholil Lur Rochman. (2010). Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press


Yustinus Semiun. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta : Kanisius

Jumat, 09 Januari 2015

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

TUGAS KE 3, untuk yang ingin coment TUGAS Ke4- silahkan klik http://rasianaputri.blogspot.com/2015/01/2PA04-TugasIV-Kelompok5-DampakSosialdariInteraksiManusiadanInternet.html


11513472
ASYIFA ALAFI ANDARI ARYA
Pengertian
asyifaalafiaa.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

12513852
ELAN HANDAYANA
Sejarah
Omkojek.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

13513982
HAWA ANINDITA BUDIARGA
Tujuan
hawaaninditaa.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

15513286
MARIA THAHERA
Interaksi
mariathahera11.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

16513753
OCTAVIA PURI LESTARI
Groupware
octaviapuri.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

16513626
NUR RASIANA PUTRI
Contoh-contoh
rasianaputri.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html


PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL



Computer Supported Cooperative Work (CSCW)



CSCW adalah kependekan dari “Computer Supported Cooperative Work”.CSCW merupakan pemahaman cara orang bekerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer, dan terkait perangkat keras, perangkat lunak, layanan dan teknik. Pada tahun 1984 : Konsep CSCW diperkenalkan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman. Mereka menggabungkan kerja koperasi individu melalui jaringan, hardware, software dan lain-lain dengan tujuan untuk memberikan perbaikan yang identik untuk beberapa individu yanng berkerja pada produksi yag sama atau berbeda processes.
Pada tahun 1987 : Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep Collaborattive Learning-Work. Menurut Carstensen dan Schmidt, alamat CSCW “ Bagaimana kegiatan kerja sama dan koordinasi mereka dapat didukung deng cara sistem komputer. “ Di satu sisi banyak penulis menganggap bahwa CSCW dan  groupware adalah sinonim. Disisi lain ada juga yang mengklaim bahwa groupware mengacu pada sistem berbasis komputer nyata, sedangkan CSCW berfokus pada studi alat dan teknik groupwareserta efek psikologis, sosial, dan organisasi mereka.
Pada tahun 1991    :   Wilson mengungkapkan perbedaan antara dua konsep. CSCW adalah sebuah istilah generik yang menggabungkan pemahaman cara orang berkerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer dan perangkat keras yang terkait, perangakat lunak , layanan dan teknik.

Tujuan CSCW:
1.      Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.
2.      Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
a.       Komunikasi yang normal antar manusia
Dibagi atas dua yaitu:
Komunikasi face-to-face
Pada komunikasi ini, tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata. Misalnya:
-          Personal Space
-          Kontak dan tatapan mata
-          Gerak isyarat dan bahasa tubuh
-          Back channel
-          Turn-taking
Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
-          relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
-          helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar.
b.      Komunikasi berbasis teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
-          discrete; pesan langsung seperti dalam:
~         Electronic Mail  (email)
Merupakan system CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka suratnya pada waktu yang sama dengan terkirimnya surat.
-          linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
-          non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
-          spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.

Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktifitas mereka. Groupware dapat diklasifikasi dalam beberapa cara, salah satunya adalah dimana dan kapan seseorang peserta mengikuti kerja kelompok. Hal ini dapat diringkas dalam matriks time/space. Dimensi space dapat juga suatu dimensi secara geografis dan dibagi dalam co-located (tempat yang sama) dan remote (tempat yang berbeda). Contoh e-mail dan video conferencing yang bekerja pada jarak yang jauh. Sumbu time dibagi menjadi system synchronous dan asynchronous. Contoh telepon merupakan komunikasi remote synchronous dan post-it notes merupakan suatu asynchronous co-located. Gambar di bawah ini menunjukkan suatu cooperative work yang mendukung pembahasan
·         Computer-mediated communication: Mendukung komunikasi antar partisipan
·         Meeting and decision support systems: Menangkap pemahaman secara umum.
·         Shared application and artifacts: Mendukung interaksi partisipan dengan berbagi pekerjaan.

Sumber:
-          https://fauziaputri.wordpress.com/2013/12/01/computer-supported-cooperative-work-cscw/
-          http://khanissaa.wordpress.com/2013/12/28/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal-ke-3/
-          http://ziezaahh.blogspot.com/2012/11/computer-supported-cooperative-work-cscw.html
-          http://xiaolichen14.wordpress.com/2012/11/02/cscw-computer-supported-cooperative-work/
 PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL
                                  (Dampak Sosial dari Interaksi Manusia dan Internet)


     Manusia dan Internet merupakan sebuah interaksi yang sangat melekat pada masa kini, manusia sangat membutuhkan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Internet sangat universal untuk interaksi manusia baik untuk pekerjaan, tugas sekolah atau kuliah, maupun komunikasi untuk kepentingan pribadi. Internet kini sangat mudah diakses dan terjangkau untuk kalangan masyarakat bawah hingga atas, semua orang bisa dengan mudah mengakses internet kapan saja serta dimana saja.  Internet sangat berpengaruh terhadap pekerjaan, karena internet memang sangat menguntungkan untuk penggunanya. Teknologi internet sangat mempengaruhi perilaku manusia, dimana teknologi ini dapat menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain  dibelahan dunia lain. Penggunaan internet sebagai salah satu cara untuk mengurangi loneliness. Pada individu yang mengalami loneliness apabila ia banyak menghabiskan waktu banyak waktu sendirian di depan computer baik di kantor maupun dirumahnya maka orang tersebut akan menyediakan waktu lebih sedikit untuk hubungan tatap muka di dunia nyata dan mengurangi kesempatannya untuk berinteraksi dengan orang lain.

    Dampak Internet Terhadap Masyarakat Luas Dari Berbagai Tinjauan Bidang Psikologisnya
Kemajuan teknologi saat ini semakin mempermudah semua orang untuk mengakses internet, kini internet tidak lagi hanya dapat diakses melalui komputer, akses internet melalui handphone juga semakin mudah. Kemudahan ini mempunyai dampak yang sangat besar efeknya, baik efek positif maupun efek negatif. Efek positif yang didapat karena semakin mudahnya akses internet antara lain adalah masyarakat akan menjadi lebih aware dan pintar karena informasi yang tersedia di internet, kesenjangan informasi juga akan semakin berkurang karena semua orang bisa mendapat informasi yang sama melalui internet, akan tetapi akan selalu ada dua sisi dari seemua hal, efek negatif dari internet pun tidak kalah besar dari efek positif yang diberikan. Kemudahan akses internet apabila tidak diawasi penggunaannya akan berakibat fatal, karena bisa saja informasi-informasi yang kurang baik atau bahkan informasi yang salah bisa diakses oleh orang-orang yang tidak bisa menyaring informasi tersebut kemudian mempunyai dampak yang besar tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain disekitarnya. Apabila ditinjau dari segi positif terhadap psikologis seseorang internet mempunyai dampak sebagai berikut:
a. Membuat masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif karena mudahnya akses informasi yang
    diberikan internet.
b. Membuat masyarakat lebih sadar mengenai hal-hal yang terjadi disekitarnya.
c. Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena masyarakat desa pun kini     bisa mengakses informasi yang sama dengan masyarakat yang ada di perkotaan.

Sedangkan segi negatif yang diberikan internet dilihat dari psikologisnya adalah sebagai berikut:
a. Mengikis kecintaan masyarakat kepada budaya aslinya, akses mudah yang diberikan internet
    mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
b. Mempengaruhi pola pikir masyarakat menjadi sekularisme.
c. Merusak moral mayarakat dengan banyaknya situs porno dan perjudian.

Peran Internet
a. Mediasi
Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.
b. Model of Consciousness
Model of Consciousness adalah penjelasan teoritis yang menghubungkan antara bagian kesadaran dalam otak manusia dan fenomena kesadaran. Meskipun teori mengenai model of consciousness sangat beragam, namun benang merah dari semua pendekatan yang beragam tersebut adalah mempelajari korelasi antara aktivitas otak dan aspek kesadaran manusia.
c. Collective Unconsciousness
Adalah bagian dari psikoanalisis yang dikemukakan oleh Carl Jung, collective unconsciousness adalah bagian dari unconscious mind yang terdapat di dalam manusia dan semua bentuk kehidupan yang memiliki sistem saraf, dan menjelaskan bagaimana struktur dari psyche secara otomatis mengorganisir berbagai macam pengalaman

Contoh Dampak Sosial Interaksi Manusia dan Internet Dari Berbagai Tinjauan Bidang Psikologisnya
Dari Michelle Weil, seorang psikolog dan pengarang buku terkenal.
Seorang gadis yang di jauhi teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok dan berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan teman-temannya, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut Eric Fromm, kondisi ini dinamakan neurosis. Jika kondisi ini berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang beda dengan aslinya.

Sumber :
http://worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/13/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-transpersonal-12-dampak-sosial-dari-interaksi-manusia-dan-internet/
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/09/20/dampak-perkembangan-teknologi-informasi-488600.html
wulandew95.blogspot.com/2014/01/dampak-sosial-interaksi-manusia.html?m=1

Tabel Tim Penyusun
No
NPM
Nama
Kinerja
Link
1
11513472
ASYIFA ALAFI ANDARI ARYA
Peran internet
2
12513852
ELAN HANDAYANA
Penjelasan hubungan manusia dan internet
3
13513982
HAWA ANINDITA BUDIARGA
Dampak internet dalam bidang psikologis segi Positif

4
15513286
MARIA THAHERA
Contoh dampak sosial interaksi manusia dan internet
5
16513753
OCTAVIA PURI LESTARI
Penjelasandampak internet dalam bidang psikologis
6
16513626
NUR RASIANA PUTRI
Dampak internet dalam bidang psikologis segi negatif

Jumat, 28 November 2014

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

11513472
ASYIFA ALAFI ANDARI ARYA
Pengertian
asyifaalafiaa.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

12513852
ELAN HANDAYANA
Sejarah
Omkojek.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

13513982
HAWA ANINDITA BUDIARGA
Tujuan
hawaaninditaa.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

15513286
MARIA THAHERA
Interaksi
mariathahera11.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

16513753
OCTAVIA PURI LESTARI
Groupware
octaviapuri.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

16513626
NUR RASIANA PUTRI
Contoh-contoh
rasianaputri.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html


PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL



Computer Supported Cooperative Work (CSCW)



CSCW adalah kependekan dari “Computer Supported Cooperative Work”.CSCW merupakan pemahaman cara orang bekerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer, dan terkait perangkat keras, perangkat lunak, layanan dan teknik. Pada tahun 1984 : Konsep CSCW diperkenalkan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman. Mereka menggabungkan kerja koperasi individu melalui jaringan, hardware, software dan lain-lain dengan tujuan untuk memberikan perbaikan yang identik untuk beberapa individu yanng berkerja pada produksi yag sama atau berbeda processes.
Pada tahun 1987 : Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep Collaborattive Learning-Work. Menurut Carstensen dan Schmidt, alamat CSCW “ Bagaimana kegiatan kerja sama dan koordinasi mereka dapat didukung deng cara sistem komputer. “ Di satu sisi banyak penulis menganggap bahwa CSCW dan  groupware adalah sinonim. Disisi lain ada juga yang mengklaim bahwa groupware mengacu pada sistem berbasis komputer nyata, sedangkan CSCW berfokus pada studi alat dan teknik groupwareserta efek psikologis, sosial, dan organisasi mereka.
Pada tahun 1991    :   Wilson mengungkapkan perbedaan antara dua konsep. CSCW adalah sebuah istilah generik yang menggabungkan pemahaman cara orang berkerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer dan perangkat keras yang terkait, perangakat lunak , layanan dan teknik.

Tujuan CSCW:
1.      Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.
2.      Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
a.       Komunikasi yang normal antar manusia
Dibagi atas dua yaitu:
Komunikasi face-to-face
Pada komunikasi ini, tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata. Misalnya:
-          Personal Space
-          Kontak dan tatapan mata
-          Gerak isyarat dan bahasa tubuh
-          Back channel
-          Turn-taking
Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
-          relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
-          helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar.
b.      Komunikasi berbasis teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
-          discrete; pesan langsung seperti dalam:
~         Electronic Mail  (email)
Merupakan system CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka suratnya pada waktu yang sama dengan terkirimnya surat.
-          linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
-          non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
-          spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.

Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktifitas mereka. Groupware dapat diklasifikasi dalam beberapa cara, salah satunya adalah dimana dan kapan seseorang peserta mengikuti kerja kelompok. Hal ini dapat diringkas dalam matriks time/space. Dimensi space dapat juga suatu dimensi secara geografis dan dibagi dalam co-located (tempat yang sama) dan remote (tempat yang berbeda). Contoh e-mail dan video conferencing yang bekerja pada jarak yang jauh. Sumbu time dibagi menjadi system synchronous dan asynchronous. Contoh telepon merupakan komunikasi remote synchronous dan post-it notes merupakan suatu asynchronous co-located. Gambar di bawah ini menunjukkan suatu cooperative work yang mendukung pembahasan
·         Computer-mediated communication: Mendukung komunikasi antar partisipan
·         Meeting and decision support systems: Menangkap pemahaman secara umum.
·         Shared application and artifacts: Mendukung interaksi partisipan dengan berbagi pekerjaan.

Sumber:
-          https://fauziaputri.wordpress.com/2013/12/01/computer-supported-cooperative-work-cscw/
-          http://khanissaa.wordpress.com/2013/12/28/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal-ke-3/
-          http://ziezaahh.blogspot.com/2012/11/computer-supported-cooperative-work-cscw.html
-          http://xiaolichen14.wordpress.com/2012/11/02/cscw-computer-supported-cooperative-work/